Ole Wisata

Air Mata Mawar untuk Mahkota Putri Pariwisata 2019

OLE – Auditorium TVRI, Senayan, Jakarta, menjadi saksi penobatan Clarita Mawarni Salem (18) sebagai Putri Pariwisata Indonesia (PPI) 2019. Gadis cantik asal NTT ini tampil memukau dan percaya diri pada malam grand final yang dihelat Jumat (6/9) malam.

Malam itu, tepuk tangan, senyum, dan tawa menghiasi area sekitar Mawar. Tahukah, Mawar mendapatkan mahkotanya dengan susah payah?

“Tidak mudah mendapatkan mahkota ini. Ada rasa sakit, berkah melimpah, juga air mata. Terima kasih Tuhan untuk selalu berada di sisiku, menghibur saat aku sedih, dan mendukung hingga aku memenangi gelar ini,” komentar sang putri.

Orang menghakimi, menyalahkan, memaksa agar dia menjadi seperti yang mereka inginkan. “Kulalui semua ini. Terima kasih Tuhan telah membuka jalan dan membuat bangga orangtuaku dan aku sendiri. Terima kasih pada mama papa, juga kakak adik, yang mendukung dan mendoakanku setiap waktu. Juga pada semua yang telah membantu, tanpa bisa disebut satu per satu,” imbuhnya.

Wajar jika seusai penobatannya, ia seperti lepas dari segala tekanan. Sebelumnya, Mawar bersama 25 finalis menjalani karantina selama sepekan di Hotel Ibis Budget Daan Mogot, Jakarta. Berbagai kegiatan dilakukan, dimana sepanjang masa karantina juga sudah dilakukan proses penjurian.

Kegiatan ini dikelola Yayasan El John Indonesia dengan mengusung tema Celebrating Wonderful Indonesia. Dengan tema tersebut, para finalis dapat menjadi endorser dan influencer berkualitas, sehingga bisa lebih gencar lagi mempromosikan pariwisata Indonesia ke mancanegara.

Selain Mawar yang dinobatkan sebagai Putri Pariwisata Indonesia 2019, ajang ini juga mengantarkan 4 finalis lain memperoleh gelar bergengsi. Gelar itu adalah Miss Cultural Tourism (Runner Up 4) disabet Angel Rumihin (Maluku), Miss Sport Tourism (Runner Up 3) diperoleh Pradita Dinar Anggini (DKI Jakarta), Miss Marine Tourism (Runner Up 2) diperoleh Yasmin Oktavia perwakilan Jawa Timur, dan Miss Culinary Tourism (Runner Up 1) diraih Jeni Rahmadial Fitri dari Riau.

“Ia harus siap mempromosikan pariwisata Indonesia, bahkan hingga ke mancanegara. Dengan kemenangan ini, ia dipastikan bakal mengikuti pemilihan tingkat dunia, yakni Miss Tourism International 2020,” ujar Esthy Reko Astuty, Ketua Pelaksana Calendar of Event (CoE) 2019 Kemenpar.

Musik Sasando

“Saya sangat bahagia melihat Mawar sukses meraih mahkota PPI,” ujar Maria Jenny, salah satu mentor Mawar, yang tak bisa menyaksikan secara langsung ajang pemilihan PPI 2019. “Saya diutus Dinas Pariwisata NTT membawa tim perform alat musik Sasando dalam acara Ministry of Tourism, Arts and Culture Malaysia ( MATTA ) di Malaysia. Mawar juga jago main Sasando lho.”

Putri Pariwisata NTT 2018 ini mengatakan sebagai mentor, is memberikan materi seperti motivasi dan semangat, juga mengasah public speaking. Untuk catwalk, dibantu beberapa mentor lain.
Menurutnya hal positif yang paling menonjol dari Mawar adalah memiliki attitude yang baik, cerdas dan menarik.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengajak para finalis Putri Pariwisata Indonesia (PPI) 2019 benar-benar mempromosikan Indonesia melalui platform digital.

“Pariwisata sudah ditetapkan sebagai inti ekonomi bangsa. Pariwisata akan menjadi penghasil devisa terbesar nantinya. Pada 2018 devisa sektor pariwisata sebesar 19,2 miliar dolar AS dan 2019 diproyeksikan mencapai 20 miliar dolar AS. Para finalis harus juga punya peran melakukan sesuatu di era digital ini,” kata Arief Yahya.

Demi menyongsong pariwisata 4.0, ia mengajak anak-anak muda berprestasi tersebut untuk memviralkan objek-objek wisata di destinasi wisata digital yang tersebar di seluruh Indonesia yang juga digemari oleh kaum milenial.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top